Diarsipkan di bawah: tulisan
Download sepenuhnya : mencontoh.doc
by Hira
Ujian Akhir Nasional pun tiba waktunya. Sebelum hari yang ditunggu-tunggu ini datang, banyak berbagai jenis persiapan yang telah dilakukan oleh seluruh peserta ujian. Dari Sabang sampai Meroke, dari SD sampai SMA. Dengan persiapan yang bercorak macam. Jenis persiapan tentunya yang pasti terdiri dari dua jenis, tiada lain ialah persiapan dengan cara yang baik dan dengan cara yang buruk.Di ruangan kelas III sebuah SMU yang s
|
|
epi sewaktu istirahat, terlihat sekelompok anak-anak yang nampaknya sedang melakukan rapat. Rapat tampaknya terlihat rahasia, walau dilakukan di ruang terbuka. Toni sebagai ketua Gang (istilah ngetren untuk kumpulan di kalangan anak SMU) membuka pembicaraan, “Teman-teman, 2 hari lagi UAN. Gimana nih… apa-apa aja persiapan kalian? Sementara kita jarang belajar, kita pun telah di kenal sebagai “Badboy” (anak nakal) dari sekian banyak Gang di sekolah ini. “Rame juga preman disekolah kita ya..!” Ucok angkat bicara. “Ha..ha..ha.. bahak tawa pun beralunan dari anak-anak yang lain. Wooiii….kalian gak susah? Toni sang kepala suku pun membentak. Susaah..!! anak-anak pun kembali menyahut dengan nada panjang. Sadar juga kalian punya diri!Jadi bagaimana jalan keluarnya?. “Dengar-dengar ada bocor soal, gimana bos kita beli?” kata Hengki. Boleh juga itu, oke! Lu dapat tugas cari informasinya. Nah.. itu rencana A, sekarang kita pikirkan rencana B yang akan kita jalankan ketika rencana A gagal.”Kerjasama doong…” Ucok berkicau. “ itu jika kita berdekatan duduknya ketika ujian” Toni sang bos pun menanggapi. “Bos..! bos kan dekat duduknya dengan si Nana sang bintang kelas, inilah kesempatan!” ucok berkicau lagi. Sebuah senyum pipis pun menghiasi wajah sang bos. Cerdik juga juga kau cok, tak rugilah aku mengangkat kau jadi tangan kanan ku.Hari yang dibicarakan pun tiba juga. Bukan kepalang gelisahnya hati Toni. Ternyata rencana A gagal, soal yang bocor tak dapat ditemukan oleh anak buahnya. Keraguan pun menyelimuti mereka karena banyak beredar soal-soal palsu. Berdasarkan isi rapat yang mereka lakukan, Toni pun berinisiatif menjalankan rencana B. Rasa sedikit tenang menyelimuti hatinya meskipun tetap dipayungi gelisah yang menghantui.Itulah kejadian yang dominan menjadi suatu peristiwa turun menurun ketika ujian akhir datang. Tradisi ini memang sulit dipunahkan. Ya mungkin namanya juga tradisi. Cerita tadi mencerminkan suatu persiapan buruk yang dilakukan seseorang ketika akan menghadapi ujian. Banyak yang menjadi Crybaby ketika masalah datang menerpa. “persiapan sebelum menghadapi ujian sering terabaikan dikalangan siswa, sudah menjadi rahasia umum mencontek menjadi alternatif pemecah masalah dan merupakan hal yang biasa. Dalam hal ini siswa maupun mahasiswa kurang termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. Hari-hari biasa belajar, kebiasaan siswa dalam mengerjakan tugas atau PR yang diembankan oleh guru menjadi momok bagi siswa untuk menyelesaikannya. MALASKemalasan merupakan pemicu utama yang dapat menimbukan sifat cengeng bagi siswa sehingga menjadi komponen utama kurang PD (percaya diri) dan tidak kreatif. Sifat ini melahirkan “keenakan” mencontek dari pada mengerjakan tugas dengan usaha sendiri. Merubah kebiasaan mencontoh diperlukan kesabaran dan keoptimisme yang luar biasa, komponen utama jalan keluarnya ialah “minat, motivasi, semangat dan pilihan” menjadi syarat yang tak tertawarkan karena ia merupakan celah bagi proses kreatif. Seluruh komponen yang dihasilkan oleh minat, motivasi, semangat dan pilihan akan menjadi “nyawa” yang menggerakkan seorang untuk lebih percaya akan dirinya mampu belajar.Inilah seharusnya menjadi landasan digagasnya program bimbingan belajar, les, pelatihan atau apa pun yang berurusan dengan belajar. Manajemen “ Copy .:< Paste”Istilah “Copy Paste” mungkin terdengar asing bagi sebagian pembaca. Istilah ini sangat hidup di kalangan “Cyber/Hacker” ataupun pengguna komputer. Yaitu istilah untuk menggandakan atau memperbanyak suatu data, kemudian menampilkannya kembali di media yang berbeda ataupun di media semula tempat data itu berasal. Jika kita lihat pada tradisi yang di praktekkan oleh kalangan yang mengaku terpelajar ini, sungguh bagaikan anak kembar siam. Alias sama dengan mencontohYang sama disini ialah caranya. Orang yang mencontoh menggandakan tulisan dari bahan yang dicontoh dengan hasil Layout (hasil mencontoh-;red) sama persis dengan sumbernya. Apalagi ketika mendapat tugas/PR dari guru yang waktu deadline (batas waktu) untuk mengumpul tugas itu harus segera dikumpul, wah.. bagai perang. Pada proses ini terlihat dengan jelas “matinya” kekreatifan dari orang yang mencontoh. Dia tidak tahu yang dicontohnya itu benar atau tidak. Tanpa analisis yang jeli. Syukur jika yang di contohnya benar, kalau tidak ya.., ke laut lah… ISLAM MENETAPKANTidak ada bantahan, terutama dari hati nurani kita sendiri yang merupakan “Mesin Detektor” yang sangat sensitif untuk membedakan mana yang baik dan buruk. Ini merupakan fitrah yang sudah Allah ciptakan untuk menjadi “Software” program bagi hati kita. Jadi jelas “Mencontoh” merupakan perbuatan yang tidak baik dan dilarang oleh agama Islam. Menurut penulis ada beberapa alasan yang menyebabkan mencontoh itu dilarang :Ø Mencontoh merupakan perbuatan tercela, setiap perbuatan tercela dilarang oleh agama IslamØ Biasanya guru/dosen melarang siswa/mahasiswa mencontoh dikala ujian, jika melanggar larangan itu berarti tidak jujur. Berbohong dilarang dalam agama IslamØ Mencontoh dapat mematikan kreatifitas yang menjadi tenaga dalam pengembangan potensi diri. Sehingga “Kebodohan” menjamur dikalangan para “Burung Boe” (istilah untuk orang yang mencontoh ) ini. Sedangkan Islam memerangi kebodohanDan masih banyak lagi alasan yang memojokkan Mencontoh sebagai perbuatan yang tidak baik. Makna mencontoh sebagai perbuatan yang buruk tidak hanya sebatas mencontoh dikala ujian atau sebagainya. Islam memperluasnya kepada hal-hal yang lebih Global dan Universal. Masalah yang mendasari berbagai konflik di dunia. Yaitu kebenaran dan kebatilan. Islam melarang umatnya mencontoh perbuatan “Mereka” yang mendustakan kebenaran. Firman Allah Azza Wa Jalla, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).” (Al Qalam ;
Tapi ada juga “Mencontoh” yang dianjurkan bahkan diperintahkan di dalam Islam. Bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda, adanya keburukan pasti distabilkan dengan adanya kebaikan. Alangkah indahnya Agama yang kreatif ini. Agama yang penuh dengan kesempurnaan. Firman Allah Azza Wa Jalla, “Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu……” ( Al-Ahzab:2 ). Kata ikutilah di ayat al Qur’an ini tidak lain adalah mencontoh. Mencontoh segala apa yang diwahyukan Allah Kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain menjalankan ajaran Islam sebagai agama satu-satunya yang paling benar, sebagaimana yang telah Rasul ajarkan kepada umatnya. Semua yang di sampai oleh Rasul sebenarnya adalah kebutuhan fitrah manusia.Fitrah manusia memerlukan keyakinan tentang Eksistensi Allah (keberadaan Allah/Allah itu ada), beribadah kepada-Nya, dan memiliki kehidupan yang teratur. Dan petunjuk Nabi Muhammad inilah Satu-satunya jalan untuk mencapai hal itu. Ibarat ikan yang memerlukan air untuk hidup. Ibarat burung yang membutuhkan sayap untuk terbang. Ibarat mobil yang memerlukan bahan bakar untuk bisa jalan. Ibarat Aplikasi komputer yang memerlukan Software, agar mempunyai program yang dibutuhkan oleh Si Pemakai. Dia harus “Meng-instal” software itu terlebih dahulu untuk memperolehnya. Begitu juga untuk memperoleh kebahagiaan abadi (Syurga-:Red), kita harus berusaha untuk “Mencontohnya!”. JS
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Apakah anda setuju dengan budaya mencontoh?
Komentar oleh Mr WordPress Juni 11, 2007 @ 9:21 amsilahkan jawab di menu komentar!